Lensa Cembung dan Cekung: Cara Kaca Membelokkan Cahaya untuk Membentuk Bayangan
Materi Fisika SMA — Optika Geometri (Kurikulum Merdeka)
Pernahkah kalian memakai kaca pembesar untuk mengamati semut, atau melihat kakek/nenek memakai kacamata baca yang membuat huruf kecil jadi lebih besar? Atau sebaliknya, kacamata minus yang membuat dunia di sekitar tampak sedikit "menyusut" dan lebih dekat? Semua itu adalah kerja lensa — kepingan kaca melengkung yang membelokkan cahaya dengan cara yang sangat teratur, mengikuti aturan yang bisa kita hitung dengan pasti. Setelah kita paham pemantulan dan pembiasan cahaya, sekarang saatnya menggabungkan keduanya untuk memahami bagaimana lensa "menyulap" bayangan.
1. Dua Jenis Lensa: Cembung dan Cekung
Bayangkan lensa sebagai "pengatur lalu lintas" berkas cahaya. Ada dua tipe pengatur:
- Lensa cembung (konveks) — bagian tengahnya lebih tebal dari tepinya. Sifatnya mengumpulkan (konvergen) berkas cahaya sejajar menuju satu titik. Coba pegang kaca pembesar di bawah terik matahari — cahaya akan terkumpul jadi satu titik panas. Itulah sifat konvergen lensa cembung.
- Lensa cekung (konkaf) — bagian tengahnya lebih tipis dari tepinya. Sifatnya menyebarkan (divergen) berkas cahaya sejajar, seolah cahaya itu berasal dari satu titik di depan lensa.
Analoginya begini: lensa cembung itu seperti tangan yang merentang lalu menyatukan jari-jarinya ke satu titik. Lensa cekung itu seperti tangan yang mula-mula rapat lalu membuka jari-jarinya lebar-lebar. Titik "pertemuan" atau "asal sebaran" itulah yang kita sebut titik fokus (F).
2. Sinar-Sinar Istimewa
Untuk menggambar bayangan pada lensa, kita cukup memakai 3 sinar "istimewa" yang sudah pasti arah pembiasannya. Cukup 2 dari 3 sinar ini berpotongan, di situlah bayangan terbentuk.
Pada Lensa Cembung
- Sinar datang sejajar sumbu utama → dibiaskan menuju titik fokus F₂ (di belakang lensa)
- Sinar datang melalui titik fokus F₁ (di depan lensa) → dibiaskan sejajar sumbu utama
- Sinar datang melalui pusat optik (O) → diteruskan tanpa dibelokkan
Gambar 1. Pembentukan bayangan pada lensa cembung — benda di ruang III (s > 2F) menghasilkan bayangan nyata, terbalik, diperkecil.
Pada Lensa Cekung
- Sinar datang sejajar sumbu utama → dibiaskan seolah berasal dari titik fokus F di depan lensa
- Sinar datang menuju titik fokus di belakang lensa → dibiaskan sejajar sumbu utama
- Sinar datang melalui pusat optik (O) → diteruskan tanpa dibelokkan
Gambar 2. Pembentukan bayangan pada lensa cekung — selalu menghasilkan bayangan maya, tegak, dan diperkecil, di mana pun posisi bendanya.
3. Rumus Lensa Tipis
Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s'), dan jarak fokus (f) pada lensa persis sama dengan rumus cermin lengkung yang sudah kalian pelajari:
Perbesaran bayangan dihitung dengan membandingkan jarak bayangan terhadap jarak benda, sama dengan perbandingan tinggi bayangan terhadap tinggi benda:
Sedangkan kekuatan lensa (daya bias, biasa tertulis di resep kacamata) berbanding terbalik dengan jarak fokus dalam satuan meter:
Konvensi Tanda
| Besaran | Bertanda Positif (+) | Bertanda Negatif (−) |
|---|---|---|
| f (fokus) | lensa cembung (konvergen) | lensa cekung (divergen) |
| s (jarak benda) | benda nyata, di depan lensa | benda maya (jarang muncul di soal SMA) |
| s' (jarak bayangan) | bayangan nyata, di belakang lensa (berlawanan sisi dengan benda) | bayangan maya, di depan lensa (sisi sama dengan benda) |
| M (perbesaran) | bayangan tegak | bayangan terbalik |
4. Sifat Bayangan pada Lensa Cembung Berdasarkan Posisi Benda
Sama seperti cermin cekung, posisi benda terhadap F dan 2F pada lensa cembung menentukan sifat bayangan yang terbentuk:
| Posisi Benda | Sifat Bayangan |
|---|---|
| s < f (ruang I) | Maya, tegak, diperbesar |
| s = f | Bayangan di tak hingga (sinar bias sejajar, tidak terbentuk bayangan) |
| f < s < 2f (ruang II) | Nyata, terbalik, diperbesar |
| s = 2f | Nyata, terbalik, sama besar |
| s > 2f (ruang III) | Nyata, terbalik, diperkecil |
Sementara itu, lensa cekung selalu konsisten: di mana pun benda diletakkan, bayangannya selalu maya, tegak, dan diperkecil. Inilah sebabnya lensa cekung dipakai untuk kacamata minus (rabun jauh) — ia "meredam" pembiasan berlebih pada mata tanpa mengubah orientasi bayangan.
5. Contoh Soal Terapan
Sebuah lensa cembung memiliki jarak fokus 10 cm. Sebuah benda diletakkan 15 cm di depan lensa. Tentukan jarak bayangan, perbesaran, dan sifat bayangannya.
Penyelesaian:
Diketahui f = 10 cm, s = 15 cm.
1/f = 1/s + 1/s' → 1/10 = 1/15 + 1/s'
1/s' = 1/10 − 1/15 = (3 − 2)/30 = 1/30 → s' = 30 cm
s' bertanda positif → bayangan nyata, di belakang lensa.
M = s'/s = 30/15 = 2 kali (diperbesar)
Karena s benda berada di antara f dan 2f (10 cm < 15 cm < 20 cm), sesuai tabel: bayangan nyata, terbalik, diperbesar 2 kali.
Sebuah lensa cekung memiliki jarak fokus 20 cm. Sebuah benda diletakkan 30 cm di depan lensa. Tentukan jarak bayangan, perbesaran, dan sifat bayangannya.
Penyelesaian:
Karena lensa cekung, f bertanda negatif: f = −20 cm, s = 30 cm.
1/f = 1/s + 1/s' → −1/20 = 1/30 + 1/s'
1/s' = −1/20 − 1/30 = −(3 + 2)/60 = −5/60 = −1/12 → s' = −12 cm
s' bertanda negatif → bayangan maya, di depan lensa (sisi sama dengan benda).
M = |s'/s| = 12/30 = 0,4 kali (diperkecil)
Sifat bayangan: maya, tegak, diperkecil — sesuai sifat lensa cekung yang selalu konsisten.
6. Rangkuman Rumus Penting
| Besaran | Rumus |
|---|---|
| Rumus lensa tipis | 1/f = 1/s + 1/s' |
| Perbesaran bayangan | M = s'/s = h'/h |
| Kekuatan lensa | P = 1/f (f dalam meter, P dalam dioptri) |
| Fokus lensa cembung | f bertanda positif |
| Fokus lensa cekung | f bertanda negatif |
7. Kesimpulan
Lensa cembung dan cekung sebenarnya bekerja dengan "logika" pembiasan yang sama — bedanya hanya arah pembelokan cahayanya: mengumpulkan atau menyebarkan. Dengan tiga sinar istimewa, kita bisa menggambar sendiri ke mana bayangan akan terbentuk, dan dengan rumus 1/f = 1/s + 1/s', kita bisa menghitungnya secara pasti tanpa perlu menggambar sama sekali. Ingat pola besar ini: lensa cembung sifatnya berubah-ubah tergantung posisi benda, sedangkan lensa cekung selalu maya-tegak-diperkecil.
💡 Tips belajar: Saat mengerjakan soal lensa, tulis dulu tanda f-nya (positif untuk cembung, negatif untuk cekung) sebelum memasukkan ke rumus. Kesalahan paling umum siswa adalah lupa memberi tanda negatif pada f lensa cekung, sehingga hasil akhirnya salah total meskipun cara hitungnya sudah benar!
Comments
Post a Comment