Skip to main content

Posts

Pembahasan Soal-Soal Rangkaian Kapasitor: Latihan Lengkap dari Dasar sampai Jebakan Ujian Materi Fisika SMA — Listrik Statis (Kurikulum Merdeka) Di postingan sebelumnya kita sudah kenalan sama rangkaian kapasitor — cara menyusunnya secara seri, paralel, sampai kombinasi keduanya. Tapi seperti kata pepatah anak fisika: "paham teori itu satu hal, bisa ngerjain soalnya itu hal lain." Makanya di postingan ini kita akan gempur soal-soal kapasitor satu per satu, lengkap dengan cara berpikirnya — bukan cuma rumus jadi yang dihafal, tapi kenapa rumus itu dipakai. Ingat analogi kita: kapasitor itu seperti ember penampung air (muatan) . Kapasitas (C) adalah seberapa "lebar" embernya, tegangan (V) adalah seberapa "tinggi" air yang bisa ditampung sebelum ember itu penuh, dan muatan (Q) adalah jumlah "air" yang benar-benar tertampung. Pegang analogi ini terus — dia akan sangat membantu waktu kita membahas soal seri vs paralel! 1. Ringkasan Rumus yang...
Recent posts
Rangkaian Kapasitor: Seri, Paralel, dan Campuran — Penjelasan Lengkap & Mudah Dipahami Materi Fisika SMA — Listrik Statis & Kapasitor (Kurikulum Merdeka) Pernahkah kalian mengisi ember dengan air lewat selang? Semakin besar embernya, semakin banyak air yang bisa ditampung untuk tekanan (dorongan) yang sama. Nah, kapasitor bekerja dengan logika yang mirip — hanya saja yang "ditampung" bukan air, melainkan muatan listrik . Kalau kalian sudah paham satu kapasitor, sekarang saatnya naik level: bagaimana kalau ada banyak kapasitor yang dirangkai bersama? Yuk kita bedah pelan-pelan, dari analogi sampai rumus, supaya benar-benar paham bukan sekadar hafal! 1. Mengingat Kembali: Apa Itu Kapasitor? Kapasitor adalah komponen yang menyimpan muatan listrik. Kemampuannya menyimpan muatan disebut kapasitansi (C) , yaitu perbandingan antara muatan yang tersimpan (Q) dengan beda potensial yang diberikan (V): C = Q / V Keterangan: C = kapasitansi (Farad, F) Q = muatan...
Lensa Cembung dan Cekung: Cara Kaca Membelokkan Cahaya untuk Membentuk Bayangan Materi Fisika SMA — Optika Geometri (Kurikulum Merdeka) Pernahkah kalian memakai kaca pembesar untuk mengamati semut, atau melihat kakek/nenek memakai kacamata baca yang membuat huruf kecil jadi lebih besar? Atau sebaliknya, kacamata minus yang membuat dunia di sekitar tampak sedikit "menyusut" dan lebih dekat? Semua itu adalah kerja lensa — kepingan kaca melengkung yang membelokkan cahaya dengan cara yang sangat teratur, mengikuti aturan yang bisa kita hitung dengan pasti. Setelah kita paham pemantulan dan pembiasan cahaya, sekarang saatnya menggabungkan keduanya untuk memahami bagaimana lensa "menyulap" bayangan. 1. Dua Jenis Lensa: Cembung dan Cekung Bayangkan lensa sebagai "pengatur lalu lintas" berkas cahaya. Ada dua tipe pengatur: Lensa cembung (konveks) — bagian tengahnya lebih tebal dari tepinya. Sifatnya mengumpulkan (konvergen) berkas cahaya sejajar menuju ...
  Pembiasan Cahaya: Kenapa Sedotan di Gelas Terlihat Bengkok? Materi Fisika SMA — Optik Geometri (Kurikulum Merdeka) Coba masukkan sedotan ke dalam gelas berisi air, lalu lihat dari samping. Sedotan itu terlihat "patah" atau bengkok di permukaan air, padahal kita tahu betul sedotannya lurus-lurus saja. Kolam renang juga sering terlihat lebih dangkal dari kedalaman aslinya. Ada apa sebenarnya di balik "tipuan mata" ini? Jawabannya ada pada satu fenomena: pembiasan cahaya . Yuk kita bongkar pelan-pelan, mulai dari analogi paling sederhana sampai rumus-rumusnya! 1. Analogi Feynman: Mobil yang Belok Sendiri Bayangkan sebuah mobil dengan dua roda depan yang terhubung oleh satu as (seperti mobil mainan), melaju dari jalan aspal menuju hamparan pasir dengan sudut miring — tidak tegak lurus terhadap batas aspal-pasir. Begitu roda sebelah kiri menyentuh pasir lebih dulu, roda itu langsung melambat (karena pasir memberi hambatan lebih besar), sementara roda kanan masi...

Pemantulan Cahaya

  Pemantulan Cahaya: Kenapa Cermin Bisa "Menipu" Mata Kita? Penjelasan Lengkap & Mudah Dipahami Materi Fisika SMA — Optik Geometri (Kurikulum Merdeka) Coba lempar bola tenis miring ke lantai keramik yang rata. Bola itu memantul dengan sudut yang persis sama dengan sudut datangnya, kan? Nah, cahaya melakukan hal yang persis sama! Bedanya, cahaya bergerak jauh lebih cepat dan tidak kehilangan energi saat memantul (kalau permukaannya benar-benar licin). Prinsip sederhana inilah — bola yang memantul dengan sudut sama — yang menjadi dasar dari seluruh cara kerja cermin, dari kaca spion motor sampai teleskop luar angkasa. Yuk kita bongkar satu per satu, mulai dari aturan paling dasarnya. 1. Hukum Pemantulan Cahaya Ketika seberkas cahaya (disebut sinar datang ) mengenai suatu permukaan, ia akan dipantulkan sebagai sinar pantul . Untuk mengukur sudut-sudutnya, fisikawan tidak mengukur dari permukaan cermin, melainkan dari sebuah garis khayal yang disebut garis normal — ga...