Pengukuran Untuk mencapai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan pengamatan yang disertai dengan pengukuran. Pengukuran sebenarnya merupakan proses pembandingan nilai besaran yang belum diketahui dengan nilai standar yang sudah ditetapkan. 1. ALAT UKUR PANJANG DAN KETELITIANNYA a. Mistar Pada mistar 30 cm terdapat dua gores/strip pendek berdekatan yang merupakan skala terkecil dengan jarak 1mm atau 0,1 cm. Ketelitian mistar tersebut adalah setengah dari skala terkecilnya. Jadi ketelitian atau ketidakpastian mistar adalah (½ x 1 mm ) = 0,5 mm atau 0,05 cm b. Jangka Sorong Jangka sorong terdiri atas dua rahang, yang pertama adalah rahang tetap yang tertera skala utama dimana 10 skala utama panjangnya 1 cm. Kedua rahang geser dimana skala nonius berada. 10 skala nonius panjangnya 0,9 cm sehingga beda panjang skala utama dan nonius adalah 0,1 mm atau 0,01 cm. Jadi skala terkecil pada jangka sorong 0,1 mm atau 0,01 sm sehingg...
UN 2013 Dua bola masing-masing massanya m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar. Jika sistem bola diputar pada sumbu di titik a , besar momen inersia sistem bola adalah …. A. 0,24 kg.m 2 B. 0,27 kg.m 2 C. 0,30 kg.m 2 D. 0,31 kg.m 2 E. 0,35 kg.m 2 Pembahasan diketahui : m 1 = 2 kg m 2 = 3 kg R 1 = 20 cm = 0,2 m R 2 = 30 cm = 0,3 m Ditanyakan Momen inersia (I) pada sistem tersebut adalah... Solusi I = Σ m R 2 = m 1 R 1 2 + m 2 R 2 2 = 2 × 0,2 2 + 3 × 0,3 2 = 0,08 + 0,27 = 0,35 Jadi, besar momen inersia sistem bola tersebut adalah 0,35 kg.m 2 (E). UN 2013 Dua bola dihubungkan dengan kawat yang panjangnya 6 m seperti pada gambar. Massa kawat diabaikan dan kedua bola diputar dengan sumbu putar tegak lurus kawat pada benda...